RADARPANGANDARAN.COM –Â EV baterai LFP dan NMC memiliki perbedaan karakter charging dan degradasi yang memengaruhi kebiasaan pemakaian harian.
Secara umum, jenis baterai menentukan cara pengguna mengisi daya kendaraan.
Selain itu, kebiasaan charging sangat memengaruhi umur pakai baterai EV.
Karena itu, memahami karakter masing-masing baterai menjadi langkah penting.
Namun, banyak pemilik EV masih menyamakan cara pakai semua baterai.
Padahal, produsen sudah memberikan panduan berbeda secara resmi.
Tesla, CATL, dan Volkswagen menegaskan perbedaan tersebut dalam dokumen teknis.
Kesalahan kebiasaan charging sering mempercepat penurunan kapasitas baterai.
Oleh sebab itu, pengguna EV membutuhkan edukasi baterai yang tepat.
Topik ini penting bagi pemilik EV baru maupun lama.
Perbedaan Karakter Charging EV Baterai LFP dan NMC
Baterai LFP menawarkan karakter charging yang lebih toleran terhadap pengisian penuh.
Battery University menjelaskan LFP aman diisi hingga 100 persen secara rutin.
Karena itu, Tesla merekomendasikan pengisian penuh harian untuk EV berbaterai LFP.
Panduan tersebut tercantum jelas dalam Tesla Owner’s Manual versi LFP.
Sebaliknya, baterai NMC menunjukkan karakter charging yang berbeda.
Tesla dan LG Energy Solution menyarankan pengisian harian maksimal 80–90 persen.
Pengisian penuh terlalu sering mempercepat degradasi baterai NMC.
Perbedaan ini muncul karena struktur kimia masing-masing sel baterai.
LFP memiliki stabilitas termal yang lebih tinggi.
CATL menyebut LFP lebih tahan panas dan overcharge.







