RADARPANGANDARAN.COM – Sistem exhaust DPF dan sensor NOx menjadi komponen krusial karena kegagalannya memicu gejala DPF mampet dan biaya perbaikan sangat mahal.
Teknologi ini wajib hadir pada kendaraan diesel modern.
Aturan emisi Euro 6 dan EPA menjadi alasannya.
Karena itu, sistem exhaust kini jauh lebih kompleks.
DPF berfungsi menyaring partikel jelaga berbahaya.
Sensor NOx memantau kadar nitrogen oksida gas buang.
Keduanya bekerja bersama menjaga emisi tetap rendah.
Namun, penggunaan harian sering memicu masalah.
Banyak pengemudi tidak menyadari gejala awal kerusakan.
Akibatnya, kerusakan berkembang tanpa disadari.
Perawatan preventif menjadi kunci utama pencegahan.
Produsen seperti Bosch dan Toyota menekankan hal ini.
Edukasi pengguna sangat menentukan umur komponen.
Kesalahan penggunaan mempercepat kerusakan sistem.
Karena itu, pemahaman dasar sangat penting.
Cara Kerja Regenerasi DPF dan Tanda DPF Mampet
Regenerasi DPF adalah proses pembakaran jelaga di dalam filter.
Bosch Automotive menjelaskan ada regenerasi pasif dan aktif.
Regenerasi pasif terjadi saat suhu gas buang tinggi.
Biasanya terjadi saat berkendara jarak jauh.
Sebaliknya, regenerasi aktif dikontrol ECU kendaraan.
ECU menaikkan suhu exhaust secara sengaja.
Volkswagen menjelaskan proses ini terjadi otomatis.
Namun, regenerasi sering gagal di perjalanan pendek.
Akibatnya, jelaga menumpuk secara perlahan.
Inilah awal gejala DPF mampet.
Gejala umum berupa tenaga mesin menurun.
Konsumsi bahan bakar meningkat tanpa sebab jelas.
Lampu peringatan mesin juga bisa menyala.













