Headset Bluetooth Bisa Merusak Otak? Ini Fakta Mengejutkan dari Penjelasan Ilmiah

RADARPANGANDARAN.COMHeadset bluetooth sering dituduh bisa merusak otak jika dipakai terus-menerus setiap hari oleh penggunanya.

Anggapan itu muncul karena banyak orang takut terhadap radiasi bluetooth yang dianggap berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Padahal, berbagai penelitian ilmiah justru menyebut headphone bluetooth aman digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Host akun Rah Gadget juga ikut membahas keresahan soal headset bluetooth yang ramai dibicarakan netizen belakangan ini.

Menurutnya, banyak orang terlalu panik terhadap radiasi non-ionizing yang dipancarkan perangkat Bluetooth modern saat digunakan.

Ia menjelaskan bahwa radiasi bluetooth masuk kategori frekuensi rendah dengan energi yang sangat kecil bagi tubuh manusia.

Fakta radiasi bluetooth dan risiko merusak otak

Rah Gadget mengatakan kekuatan sinyal smartphone ternyata jauh lebih besar dibanding headset bluetooth biasa yang dipakai harian.

Saat ponsel mencari sinyal jaringan, radiasi yang dipancarkan bahkan lebih kuat dibanding earphone Bluetooth di telinga pengguna.

Karena itu, anggapan headset bluetooth langsung merusak otak dinilai tidak sesuai dengan hasil penelitian ilmiah terbaru.

Beberapa jurnal kesehatan dan organisasi dunia juga sudah membahas keamanan penggunaan perangkat Bluetooth bagi manusia.

Organisasi kesehatan dunia atau WHO menyebut radiasi bluetooth belum terbukti menyebabkan kerusakan DNA maupun jaringan otak.

Hal itu karena energi radiasi bluetooth terlalu lemah untuk memicu perubahan biologis berbahaya pada tubuh manusia.