RADARPANGANDARAN.COM – Perawatan heater core penting karena heater core mobil tetap berfungsi dalam sistem pendingin.
Terutama pada mobil iklim tropis yang berisiko mengalami kebocoran coolant.
Heater core memang jarang digunakan di Indonesia.
Namun, coolant panas tetap mengalir melalui komponennya.
Karena itu, kerusakan heater core tetap mungkin terjadi.
Beberapa pengguna sering mengabaikan bagian ini.
Padahal, masalahnya bisa muncul tanpa gejala awal.
Selain itu, heater core bocor menimbulkan bau coolant.
Bau tersebut biasanya tercium kuat di kabin mobil.
Masalah ini sering muncul pada mobil berusia tua.
Walaupun jarang dibahas, heater core tetap memegang peran penting.
Sumber seperti Dokter Mobil menjelaskan fungsi heater core.
Fungsinya bukan hanya memanaskan kabin.
Sirkulasi coolant juga melewati heater core tersebut.
Karena itu, kerusakan heater bisa memengaruhi suhu mesin.
Selain itu, bila coolant bocor, mesin bisa overheat.
Risiko ini relevan bagi pengguna mobil iklim tropis.
Risiko Kerusakan Heater Core pada Mobil Iklim Tropis
Pengemudi mungkin jarang memakai heater core, tetapi komponen ini tetap bisa mengalami kerusakan.
Dokter Mobil menjelaskan heater core bekerja seperti radiator mini.
Coolant panas mengalir dan menghasilkan udara hangat.
Namun, masalah muncul ketika heater core tersumbat.
Penyumbatan sering berasal dari coolant kotor.
Selain itu, campuran air keran mempercepat korosi.
Kebocoran menghasilkan bau manis khas glycol.
Bau ini sering muncul ketika pengguna menyalakan AC mobil.













