Suspensi kemudian mentok lebih cepat dari kondisi ideal.
Sebaliknya, preload terlalu tinggi membuat suspensi terasa kaku.
Yamaha menyarankan penyesuaian preload berdasarkan berat pengendara dan beban.
Preload standar sering tidak cocok untuk motor yang membawa beban berat.
Karena itu, setelan pabrik tidak selalu menjadi solusi terbaik.
Suspensi bekerja optimal saat sag berada pada rentang ideal.
Teknisi menyebut kondisi kekurangan ini sebagai insufficient suspension travel.
Setelan yang tepat membantu shock menyerap benturan secara bertahap.
Motor pun terasa lebih stabil di jalan bergelombang.
Selain itu, traksi ban tetap terjaga dengan baik.
Pengendara sebaiknya memeriksa preload saat servis rutin.
Langkah sederhana ini memberikan dampak besar pada kenyamanan.
Oli Shock Degradasi dan Bushing Aus Memperparah Bottoming
Selain preload, oli shock yang menurun kualitasnya sering luput dari perhatian pengguna.
KYB menjelaskan oli shock terus menerima panas dan gaya geser saat bekerja.
Seiring waktu, viskositas oli menurun secara signifikan.
Akibatnya, redaman kompresi melemah drastis.
Showa menyebut kondisi ini sebagai damping fade.
Dalam kondisi tersebut, shock menjadi lembek dan mudah mentok.
Selain oli, keausan bushing turut memengaruhi kinerja suspensi.
Honda menjelaskan bushing aus menyebabkan gerakan suspensi tidak linear.
Fork pun menjadi seret dan kurang responsif.
SKF menyebut kondisi ini sebagai fork stiction.
Suspensi gagal kembali optimal setelah tertekan.
Akibatnya, travel efektif suspensi semakin berkurang.







