RADARPANGANDARAN.COM –Â Kapasitas baterai EV dan kapasitas tersisa sering disalahpahami, padahal keduanya memengaruhi jarak tempuh secara berbeda.
Banyak pengguna mengira penurunan jarak tempuh menandakan baterai rusak.
Namun, kenyataannya situasinya jauh lebih kompleks.
Penurunan jarak tempuh sering terjadi tanpa degradasi parah.
Karena itu, pengguna perlu memahami aspek teknis dasar.
Organisasi standar internasional telah menjelaskan perbedaan ini secara rinci.
IEC dan ISO menetapkan acuan global pengujian baterai.
Pabrikan EV mengacu pada standar tersebut dalam pengembangan produk.
Sementara itu, manajemen baterai modern bekerja berbasis data dan model.
Karena itu, angka pada layar bukan nilai absolut.
Pemahaman transisi ini penting bagi pengguna EV.
Kesalahpahaman sering memicu kekhawatiran berlebihan.
Padahal, banyak penurunan jarak tempuh bersifat normal.
Dokumen IEC 61960 menjelaskan kapasitas nominal baterai.
Sementara itu, IEC 62660 mengatur baterai traksi EV.
Kedua standar tersebut membedakan kapasitas terukur dan kapasitas tersisa.
Perbedaan Kapasitas Nyata dan Kapasitas Tersisa Baterai EV
Kapasitas baterai EV menunjukkan total energi kimia dalam satuan kWh.
Laboratorium mengukur nilai ini melalui pengujian standar.
IEC dan ISO menggunakan metode terkontrol untuk memastikan konsistensi pengukuran.
Namun, kendaraan tidak memanfaatkan seluruh kapasitas tersebut.
Karena itu, industri mengenal istilah kapasitas tersisa baterai.
Kapasitas tersisa menunjukkan energi yang diizinkan oleh perangkat lunak.







