RADARPANGANDARAN.COM –Â Kalibrasi steering angle sensor EV wajib dilakukan karena sensor ini mengontrol sistem stabilitas kendaraan.
Oleh sebab itu, teknisi harus melakukan reset SAS dan zero point calibration secara presisi.
Sensor membaca sudut kemudi secara real-time.
Kemudian, modul menerima data tersebut melalui sistem ABS dan ESC.
Karena itu, akurasi sensor sangat menentukan keselamatan berkendara.
Jika sensor tidak sinkron, sistem stabilitas bisa salah membaca arah kendaraan.
Akibatnya, kontrol traksi bekerja tidak optimal.
Selain itu, panel instrumen sering menampilkan peringatan error.
Kasus ini sering muncul setelah spooring atau pembongkaran steering.
Karena alasan tersebut, teknisi wajib melakukan kalibrasi ulang.
Pabrikan biasanya mencantumkan prosedur ini dalam manual servis resmi.
Dealer menggunakan alat diagnostik khusus untuk menjalankan proses kalibrasi.
Namun demikian, beberapa model mendukung metode manual terbatas.
Meski begitu, kalibrasi resmi tetap menghasilkan akurasi lebih tinggi.
Sistem EV modern sangat bergantung pada data sensor presisi.
Oleh karena itu, pemilik kendaraan tidak boleh mengabaikan kalibrasi ini.
Prosedur Kalibrasi Steering Angle Sensor EV di Bengkel Resmi
Kalibrasi steering angle sensor EV paling akurat menggunakan alat scan resmi pabrikan.
Teknisi mengakses modul ABS atau ESC melalui perangkat diagnostik khusus.
Selanjutnya, sistem meminta teknisi menjalankan proses reset SAS.
Prosedur ini menyelaraskan posisi kemudi dengan modul kontrol elektronik.











