RADARPANGANDARAN.COM – Jalur BBM injektor wajib dijaga karena selang BBM motor yang getas dapat memicu kebocoran mikro berbahaya meski tanpa tetesan bensin.
Masalah ini sering terjadi tanpa disadari pemilik motor.
Padahal sistem injeksi bekerja dalam tekanan tinggi.
Sedikit gangguan bisa memengaruhi suplai bahan bakar.
Transisi ini membuat pemeriksaan jalur BBM menjadi penting.
Honda menjelaskan selang injeksi harus tahan tekanan dan panas mesin.
Paparan uap bensin mempercepat pengerasan karet selang.
Akibatnya, retakan mikro mulai muncul di permukaan selang.
Retakan ini sering tidak terlihat secara kasat mata.
Namun, uap BBM dapat keluar secara perlahan.
Kondisi ini berbahaya karena sulit dideteksi sejak awal.
Selain selang, klem juga berperan besar.
Klem longgar menyebabkan tekanan BBM turun.
Yamaha menegaskan tekanan stabil penting bagi kinerja injektor.
Karena itu, jalur BBM perlu diperiksa secara menyeluruh.
Selang Getas dan Klem Longgar pada Jalur BBM Injektor
Selang BBM injektor bekerja di bawah tekanan konstan setiap waktu.
Honda menyebut selang harus berstandar injeksi, bukan selang biasa.
Selang non-standar cepat mengeras karena panas mesin.
Selain itu, bensin beretanol mempercepat degradasi karet.
SAE International menetapkan standar SAE J30 R9 untuk selang injeksi.
Standar ini menjamin ketahanan tekanan dan bahan bakar modern.
Namun, banyak motor masih memakai selang lama.
Akibatnya, risiko selang getas meningkat seiring usia pakai.
Transisi berikutnya, peran klem sering diremehkan.
Klem injeksi berbeda dengan klem cacing biasa.







