Saat mobil melaju di jalan raya, mesin bensin juga dapat berfungsi sebagai generator baterai.
Sistem tersebut mampu mengisi kembali baterai hingga 25 kWh energi setiap jam.
Lotus juga membekali kendaraan ini dengan sistem manajemen energi yang pintar.
Komputer kendaraan akan menjaga kapasitas baterai berada di kisaran 30 hingga 80 persen.
Rentang tersebut dianggap ideal untuk menjaga kesehatan baterai serta efisiensi performa kendaraan.
Sistem navigasi mobil bahkan mampu memprediksi kondisi jalan yang akan dilalui.
Jika sistem mendeteksi tanjakan besar, mobil akan menyimpan energi listrik lebih dahulu.
Strategi tersebut memastikan performa maksimal tersedia saat dibutuhkan pengemudi.
Pengembangan Lotus For Me dilakukan melalui kolaborasi global antara Inggris dan China.
Tim insinyur Inggris mengembangkan chassis agar SUV ini tetap memiliki karakter handling khas Lotus.
Sementara tim China fokus mengembangkan perangkat lunak serta teknologi powertrain kendaraan.
Hasil kolaborasi tersebut menghadirkan sistem penggerak semua roda atau AWD yang canggih.
Lotus For Me juga menyediakan empat mode berkendara yang fleksibel bagi pengemudi.
Mode tersebut meliputi listrik penuh, mesin bensin, hybrid otomatis, serta mode efisiensi berbasis GPS.
Lotus berencana meluncurkan Lotus For Me pertama kali di pasar China pada akhir Maret 2026.
Setelah itu kendaraan ini akan masuk pasar Eropa pada pertengahan tahun.
Selanjutnya SUV hybrid Lotus ini juga direncanakan hadir di Amerika Utara dan Timur Tengah.
Beberapa negara Asia juga diperkirakan akan menjadi pasar berikutnya bagi Lotus For Me.







