Waspada EV Bekas! Manajemen Risiko Thermal Event EV agar Tetap Aman Digunakan

Sistem ini memantau suhu dan arus pengisian.

Data tersebut membantu teknisi mendeteksi anomali lebih dini.

Pada EV bekas, penjual sering tidak menyediakan data historis lengkap.

Karena itu, teknisi perlu mengandalkan inspeksi fisik.

Periksa modul baterai untuk melihat perubahan warna.

Selain itu, waspadai aroma tidak normal dari kompartemen baterai.

Mereka memasukkan baterai tersebut ke kategori risiko tinggi.

Selanjutnya, pemilik harus beralih ke tahap mitigasi.

Strategi Inspeksi dan Mitigasi Risiko Pasca Overheating

Manajemen risiko EV bekas harus dimulai dengan inspeksi menyeluruh.

Fokus utama mencakup baterai dan sistem pendinginan.

Panduan EV Battery Safe Handling 2023 merekomendasikan pemeriksaan visual.

Teknisi perlu mencari deformasi atau kebocoran modul.

Selain itu, periksa konektor dan sensor suhu.

Standar IEC TS 62196 menekankan pentingnya pemantauan koneksi pengisian.

Sensor suhu secara aktif mencegah overheat lanjutan.

Selanjutnya, teknisi sebaiknya melakukan pengujian fungsional.

Uji performa BTMS saat kendaraan menerima beban tinggi.

Pantau respons sistem pendinginan secara real-time.

Jika respons melambat, risiko kegagalan meningkat.

Thermal runaway sebagai reaksi berantai berbahaya.

Setelah dimulai, proses ini sangat sulit dihentikan.

Oleh karena itu, pencegahan menjadi strategi utama.

Batasi penggunaan fast charge setelah inspeksi selesai.

Gunakan pola pengisian moderat untuk menjaga stabilitas termal.

Pendekatan ini menilai risiko sepanjang umur baterai.

Dengan demikian, strategi ini relevan untuk EV bekas.