Manajemen SoC EV, Kebiasaan Charging yang Diam-Diam Merusak Baterai

RADARPANGANDARAN.COM – Manajemen SoC EV sangat penting karena SoC memengaruhi umur baterai dan efisiensi pengisian harian.

Namun, banyak pengguna masih mengisi baterai hingga penuh setiap hari.

Padahal, kebiasaan tersebut tidak selalu direkomendasikan pabrikan.

Akibatnya, pengisian ekstrem memicu tekanan kimia pada sel baterai.

Oleh karena itu, pengguna perlu memahami manajemen SoC sejak awal.

Secara teknis, baterai lithium-ion bekerja optimal pada rentang tertentu.

Rentang ini menjaga stabilitas elektrokimia sel baterai.

Misalnya, Tesla menyarankan batas pengisian harian tertentu.

Selain itu, LG dan CATL juga menegaskan rekomendasi serupa.

Bahkan, lembaga riset mendukung panduan ini secara ilmiah.

Dengan pengelolaan tepat, umur baterai dapat bertahan lebih panjang.

Selain itu, kapasitas baterai tetap stabil dalam jangka panjang.

Alhasil, efisiensi penggunaan kendaraan listrik ikut meningkat.

Karena itu, memahami SoC bukan sekadar teori teknis.

Pada akhirnya, praktik ini berdampak langsung pada biaya kepemilikan EV.

Alasan Teknis SoC Ideal Tidak di 0% atau 100%

Pada dasarnya, SoC 100% menghasilkan tegangan sel tertinggi.

Tesla menjelaskan kondisi ini mempercepat degradasi kimia baterai.

Secara berkelanjutan, tegangan tinggi memicu oksidasi elektroda.

Akibatnya, kapasitas efektif baterai menurun lebih cepat.

Sebaliknya, SoC mendekati 0% meningkatkan risiko deep discharge.

Menurut LG Energy Solution, resistansi internal naik pada SoC rendah.

Kondisi ini menambah tekanan struktural pada sel baterai.