Mesin Motor Mati Mendadak? Waspadai Masalah Pulser dan Pick Up Coil

Suzuki Service Manual menyebut RPM rendah paling terdampak.

Motor bisa mati saat berhenti di lampu merah.

Kadang mesin hidup kembali setelah dingin.

Mekanik menyebut kondisi ini sebagai gangguan intermiten.

Kawasaki Diagnostic Guide menegaskan bahwa gejala tidak selalu muncul secara permanen.

Masalah bisa muncul lalu hilang sementara.

Karena itu, pemeriksaan visual saja tidak cukup.

Pulser sering tampak normal dari luar.

Namun, sinyal internalnya sudah melemah.

Bosch Automotive menekankan pentingnya uji sinyal.

Gangguan kecil sudah cukup membuat ECU gagal membaca timing.

Cara Deteksi Pulser Tanpa Bongkar Besar

Mekanik dapat mendeteksi pulser tanpa membuka magnet.

Honda dan Yamaha merekomendasikan pengukuran resistansi.

Teknisi melakukan pengujian melalui soket kabel pulser.

Gunakan multimeter pada skala ohm.

Bandingkan hasil dengan spesifikasi pabrikan.

Nilai menyimpang menandakan pulser bermasalah.

Suzuki menyarankan pengujian saat mesin dingin dan panas.

Perubahan resistansi menunjukkan kerusakan progresif.

Selain ohm test, lakukan uji tegangan AC.

Teknisi memutar mesin dan membaca sinyal yang dihasilkan.

Bosch menjelaskan sinyal biasanya berada di rentang milivolt hingga volt.

Sinyal terlalu kecil menunjukkan induksi melemah.

SAE International menyebut metode ini paling akurat.

Metode deteksi berbasis sinyal bekerja lebih efektif dibandingkan inspeksi visual.

Periksa juga kondisi konektor dan kabel.

Kabel longgar bisa menurunkan kualitas sinyal.

Kawasaki menyarankan uji kontinuitas kabel.

Jika semua komponen berfungsi normal, teknisi baru mempertimbangkan pembongkaran.