RADARPANGANDARAN.COM – Perawatan pulser motor penting karena pick up coil motor berperan langsung pada sinyal pengapian dan mencegah mesin mati mendadak.
Pulser mengirim sinyal waktu pengapian ke ECU atau CDI.
Jika sinyal melemah, mesin bisa mati tanpa peringatan.
Masalah ini sering muncul saat motor panas.
Selain itu, gejala sering datang secara bertahap.
Karena itu, mekanik sangat menyarankan deteksi dini.
Banyak pengguna salah mengira masalah berasal dari busi.
Padahal sumbernya ada di sistem pengapian.
Mekanik jarang memeriksa pulser saat melakukan servis rutin.
Padahal komponennya bekerja terus-menerus.
Panas mesin mempercepat penurunan kualitas sinyal.
Getaran juga memengaruhi stabilitas kumparan.
Oleh sebab itu, perawatan sederhana bisa mencegah kerusakan besar.
Beberapa pabrikan menyarankan pengujian berkala.
Honda menjadikan pemeriksaan pulser sebagai prosedur standar diagnosis.
Teknisi dapat melakukan langkah ini tanpa membongkar mesin secara besar-besaran.
Fungsi Pulser dan Gejala Kerusakan yang Sering Terjadi
Pulser atau pick up coil menghasilkan sinyal timing pengapian.
ECU membaca sinyal ini untuk menentukan waktu percikan api.
Honda Service Manual menyebut pulser vital dalam sistem pengapian.
Jika sinyal terganggu, mesin tidak bekerja normal.
Gejala paling umum adalah mesin mati mendadak.
Selain itu, motor sulit hidup saat panas.
Yamaha menjelaskan sinyal bisa melemah karena panas.
Kondisi tersebut membuat ECU salah membaca posisi poros engkol.
Akibatnya, pengapian menjadi tidak stabil.









