RADARPANGANDARAN.COM – Sensor side stand motor sering menjadi penyebab mesin mati mendadak karena sistem ini dirancang sebagai pengaman, bukan komponen tambahan biasa.
Banyak pengendara belum memahami fungsi sebenarnya dari sensor ini.
Padahal fitur tersebut berkaitan langsung dengan keselamatan berkendara.
Sensor side stand bekerja memutus pengapian saat standar masih turun.
Honda menyebut sistem ini sebagai side stand ignition cut-off system.
Yamaha juga menjelaskan fungsi serupa dalam engine stop switch system.
Tujuannya jelas, mencegah kecelakaan saat motor berbelok.
Namun, masalah muncul ketika sensor tidak bekerja normal.
Mesin bisa mati mendadak walau standar sudah terlipat.
Kondisi ini sering terjadi tanpa gejala awal.
Karena itu, pemahaman tentang sensor side stand menjadi penting.
Terutama bagi pengguna motor harian dan perjalanan jauh.
Masalah ini tidak boleh diabaikan begitu saja.
Sensor Side Stand Kotor dan Penyebab Mesin Mati Mendadak
Sensor side stand bekerja secara mekanis dan elektrik secara bersamaan.
Karena itu, komponen ini rentan terkena debu dan air.
Honda Service Manual menjelaskan sensor kotor bisa memberi sinyal palsu.
Akibatnya, ECU membaca standar masih dalam posisi turun.
Mesin pun langsung mati demi alasan keselamatan.
Yamaha juga menyebut false signal serupa.
Masalah ini sering muncul saat motor berjalan pelan.
Terutama ketika melewati jalan rusak atau basah.
Pegas sensor yang melemah juga memperparah kondisi.
Selain itu, konektor sensor bisa mengalami oksidasi.
Karat ringan sudah cukup mengganggu aliran sinyal.







