Mitsubishi Pajero Sport Generasi Transisi, SUV Diesel Terakhir Sebelum Era Elektrifikasi!

RADARPANGANDARAN.COM – Mitsubishi menempatkan Pajero Sport generasi transisi sebagai SUV diesel terakhir sebelum elektrifikasi penuh.

Secara strategis, Mitsubishi memasarkan model ini sebagai penyempurnaan akhir, bukan revolusi total.

Dengan demikian, pendekatan tersebut selaras dengan arah global industri otomotif saat ini.

Mitsubishi secara terbuka menyiapkan peralihan menuju elektrifikasi secara bertahap.

Namun demikian, segmen SUV ladder-frame masih memperoleh waktu transisi tambahan.

Karena itu, Mitsubishi tetap mempertahankan Pajero Sport berbasis mesin pembakaran internal.

Keputusan ini berangkat dari kebutuhan nyata pasar berkembang.

Faktanya, SUV diesel masih relevan untuk penggunaan berat.

Mitsubishi menilai konsumen membutuhkan daya tahan dan torsi tinggi.

Oleh sebab itu, perusahaan memilih pendekatan bertahap yang lebih adaptif.

Secara global, fase transisi ini dinilai paling realistis.

Dengan demikian, Pajero Sport menjadi simbol akhir era mesin diesel murni.

Mitsubishi menyempurnakan model ini demi efisiensi dan penurunan emisi.

Artinya, model ini bukan generasi baru, melainkan tahap pematangan.

Industri mengenal pendekatan ini sebagai transition product.

Pernyataan tersebut selaras dengan rencana resmi Mitsubishi Motors.

Pajero Sport dalam Strategi Elektrifikasi Mitsubishi

Mitsubishi Motors menegaskan fokus masa depan pada elektrifikasi melalui hybrid, PHEV, dan EV.

Pernyataan itu tercantum jelas dalam Mid-Term Business Plan perusahaan.

Secara bertahap, Mitsubishi akan menghentikan mesin ICE murni.