RADARPANGANDARAN.COM –Â Mitsubishi memproyeksikan Xpander facelift sebagai ICE final, seiring strategi elektrifikasi yang kini semakin jelas.
Sementara itu, facelift ini hadir sebagai penyempurnaan terakhir sebelum perubahan besar.
Di sisi lain, Mitsubishi tetap mempertahankan Xpander sebagai tulang punggung penjualan.
Namun kini, Mitsubishi mulai membatasi arah pengembangan model tersebut secara bertahap.
Sebagai gantinya, pabrikan Jepang itu fokus pada transisi teknologi.
Karena itu, penyegaran ini menjadi langkah yang sangat strategis.
Tak heran, banyak analis menilai fase ini sebagai penutup era ICE.
Meski begitu, Mitsubishi masih mempertahankan mesin bensin demi stabilitas pasar.
Namun demikian, roadmap jangka panjang perusahaan sudah berubah.
Selanjutnya, Mitsubishi menyiapkan langkah konkret menuju elektrifikasi.
Pernyataan ini disampaikan dalam berbagai forum resmi.
Oleh sebab itu, facelift ini memiliki makna yang penting.
Xpander tetap relevan meski tanpa perubahan mesin besar.
Dengan pendekatan ini, konsumen mendapat waktu adaptasi.
Secara umum, langkah tersebut dinilai realistis untuk pasar ASEAN.
Alasan Xpander Facelift Disebut Final ICE
Mitsubishi Motors secara resmi memaparkan strategi elektrifikasi global melalui program Challenge 2025 dan Beyond 2025.
Dalam dokumen tersebut, fokus pengembangan mesin baru bukan lagi ICE.
Sebaliknya, Mitsubishi mengarahkan model berkapasitas besar ke teknologi hybrid.
Mesin bensin murni tidak masuk rencana pengembangan jangka panjang.
Akibatnya, kebijakan ini berdampak langsung pada Xpander facelift.







