RADARPANGANDARAN.COM – Banyak pemilik mobil masih bingung membedakan balancing ban dan spooring mobil, padahal fungsi keduanya berbeda jauh.
Kesalahan memahami balancing ban sering membuat masalah mobil tidak selesai meski sudah masuk bengkel.
Host akun otomotif @autonyindir menjelaskan tanda butuh balancing sebenarnya cukup mudah dikenali saat berkendara.
Kalau mobil terasa getar pada kecepatan 80 sampai 100 kilometer per jam, biasanya ban membutuhkan balancing ban.
Namun jika setir lurus tetapi mobil justru narik ke kiri atau kanan, itu tanda perlu spooring mobil.
Perbedaan balancing ban dan spooring mobil
Balancing ban bertugas menyeimbangkan putaran ban supaya roda tetap stabil ketika mobil melaju kencang.
Sementara spooring mobil berfungsi meluruskan sudut roda seperti toe, caster, dan camber.
Kalau putaran ban tidak seimbang, setir bisa bergetar dan membuat perjalanan terasa kurang nyaman.
Sebaliknya, sudut roda mobil yang berubah dapat membuat kendaraan sulit dikendalikan dengan stabil.
Karena itu, pemilik kendaraan tidak boleh salah diagnosa sebelum melakukan perbaikan di bengkel.
@autonyindir bahkan mengingatkan bahwa salah penanganan hanya membuat biaya servis semakin membengkak.
“Yang narik disuruh balancing, yang getar disuruh spooring, akhirnya masalah tidak selesai,” jelasnya.
Tanda butuh balancing yang wajib dikenali
Tanda butuh balancing paling umum muncul saat mobil melaju pada kecepatan tertentu.
Biasanya getaran terasa di setir ketika kendaraan mencapai 80 hingga 100 kilometer per jam.







