RADARPANGANDARAN.COM – Banyak pengendara masih bingung memilih antara nitrogen vs udara untuk mengisi ban mobil.
Padahal, keduanya memiliki sifat fisik yang berbeda dan memengaruhi performa kendaraan secara langsung.
Secara ilmiah, nitrogen merupakan gas inert dengan molekul yang lebih besar daripada oksigen.
Karena itu, gas ini menembus dinding ban jauh lebih lambat.
Sebuah studi dari Clemson University menemukan bahwa ban yang diisi nitrogen mampu mempertahankan tekanan hingga 35–55% lebih lama.
Sementara udara biasa terdiri dari campuran nitrogen (78%), oksigen (21%), dan gas lain.
Oksigen memiliki molekul yang lebih kecil dan reaktif.
Sehingga lebih mudah keluar dari pori-pori ban dan menyebabkan tekanan menurun lebih cepat.
Hasil pengujian oleh Consumer Reports menegaskan bahwa meski nitrogen lebih stabil, pengemudi tetap perlu memeriksa tekanan ban mobil secara rutin.
Kelebihan Nitrogen untuk Kendaraan Modern
Kini, banyak SPBU dan bengkel besar menyediakan layanan pengisian nitrogen.
Salah satu keunggulannya adalah tekanan yang lebih stabil terhadap perubahan suhu.
Nitrogen tidak mudah memuai saat panas atau menyusut saat dingin.
Efeknya, tekanan ban lebih konstan di berbagai kondisi jalan dan cuaca.
Hal ini penting terutama untuk mobil berperforma tinggi atau kendaraan jarak jauh.
Ban dengan nitrogen dapat mengurangi keausan tapak dan menurunkan suhu kerja ban.
Pada kondisi armada berat seperti truk atau bus, perbedaan ini cukup signifikan karena suhu tinggi dapat mempercepat degradasi karet.







