RADARPANGANDARAN.COM –Â Radiator motor dan pressure valve radiator memegang peran krusial karena tekanan bocor sering memicu overheat tersembunyi tanpa gejala mencolok.
Masalah ini sering luput dari perhatian pengguna motor harian.
Padahal sistem pendingin bekerja berdasarkan tekanan yang stabil.
Ketika tekanan menurun, titik didih coolant ikut berubah.
Akibatnya mesin bisa panas lebih cepat dari seharusnya.
Namun indikator suhu sering masih terlihat normal.
Inilah yang disebut overheat tersembunyi.
Honda menjelaskan hal ini dalam manual servis resminya.
Menurut Honda, tutup radiator menjaga tekanan sistem pendingin.
Jika pressure valve melemah, coolant mudah mendidih lebih awal.
Kondisi tersebut terjadi meski mesin belum mencapai suhu ekstrem.
Yamaha juga menyampaikan hal serupa dalam service manual mereka.
Pressure valve bekerja sebagai katup pelepas tekanan berlebih.
Namun jika bocor, tekanan tidak pernah mencapai spesifikasi ideal.
Akibatnya proses pendinginan menjadi tidak efisien.
Karena itu, pemeriksaan tutup radiator sangat penting.
Banyak pengguna hanya fokus pada kipas dan coolant.
Padahal pressure valve sering menjadi sumber masalah utama.
Tekanan Bocor pada Pressure Valve dan Dampaknya
Pressure valve radiator dirancang menjaga tekanan tertentu dalam sistem pendingin motor.
Tekanan ini menaikkan titik didih cairan pendingin.
Suzuki menyebutkan tekanan normal berkisar 0,9 hingga 1,3 bar.
Jika tekanan bocor, coolant menguap lebih cepat.
Akibatnya, panas mesin tidak terserap secara optimal.







