RADARPANGANDARAN.COM –Â Pendinginan inverter EV menjadi faktor krusial karena inverter menghasilkan panas tinggi dan bergantung pada jalur coolant khusus.
Pada dasarnya, inverter mengatur aliran daya dari baterai ke motor listrik.
Karena itu, sistem harus mengendalikan panas berlebih secara konsisten.
Tanpa pendinginan efektif, performa kendaraan langsung menurun.
Bahkan, sistem otomatis mengaktifkan mode pembatasan daya.
Oleh sebab itu, pabrikan EV menggunakan liquid cooling inverter aktif.
Sistem pendinginan ini bekerja terus-menerus selama kendaraan beroperasi.
Berbeda dengan itu, sistem ini tidak menyerupai pendinginan mesin konvensional.
Desainer merancang pendinginan inverter secara lebih presisi dan terkontrol.
Sebagai contoh, Tesla, Hyundai, dan BYD memakai jalur coolant khusus inverter.
Selain itu, Bosch dan Denso menegaskan pentingnya pendinginan inverter.
Dengan sistem ini, EV menjaga efisiensi dan keandalan operasional.
Namun, gangguan kecil pada coolant dapat berdampak besar.
Karena itu, pengguna EV perlu memahami sistem ini dengan baik.
Cara Kerja Pendinginan Inverter EV dan Jalur Coolant Khusus
Pendinginan inverter EV memakai liquid cooling aktif berbasis cairan glycol khusus kendaraan listrik.
Sebagai referensi, Tesla menjelaskan inverter menggunakan cold plate berpendingin cairan.
Sistem ini langsung menyerap panas dari modul daya inverter.
Dengan begitu, sistem menjaga suhu inverter tetap optimal.
Sementara itu, Hyundai melalui platform E-GMP memakai cooling loop terpisah.
Sistem tersebut menggabungkan inverter, motor, dan OBC dalam sirkuit terkontrol.













