RADARPANGANDARAN.COM– Pengaruh gadget pada anak tampak jelas dalam perilaku emosional mereka sehari-hari. Anak yang terlalu sering terpapar layar cenderung lebih mudah marah, sulit berkonsentrasi, dan kurang sabar dalam menghadapi situasi sosial. Mereka juga menunjukkan ketergantungan emosional terhadap gadget, terutama saat merasa bosan atau kesal.
Perkembangan teknologi digital membawa dampak besar dalam kehidupan sehari-hari, termasuk pada dunia anak-anak. Gadget kini tidak hanya digunakan oleh orang dewasa, tetapi juga oleh anak-anak, bahkan sejak usia dini.
Di satu sisi, perangkat digital seperti tablet dan smartphone menawarkan kemudahan akses informasi dan hiburan. Namun, di sisi lain, penggunaan gadget yang berlebihan dapat memengaruhi aspek perkembangan anak, terutama dalam hal kemampuan mengelola emosi.
Fenomena Penggunaan Gadget pada Anak
Saat ini, banyak anak yang menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar. Baik untuk bermain gim, menonton video, maupun mengakses aplikasi lainnya.
Sayangnya, sebagian besar aktivitas tersebut bersifat pasif dan kurang memberikan stimulus yang mendukung perkembangan sosial-emosional anak. Ketika akses terhadap gadget dibatasi, anak-anak cenderung menunjukkan perilaku reaktif, mudah marah, bahkan memperlihatkan gejala kecanduan.
Kondisi ini menandakan bahwa anak belum mampu mengelola emosi secara sehat, dan penggunaan gadget dapat menjadi salah satu faktor pemicunya.
Dampak terhadap Regulasi Emosi
Sejak dini, anak perlu mengembangkan kemampuan mengelola emosi sebagai keterampilan penting dalam kehidupannya. Anak yang mampu mengatur emosinya akan lebih mudah beradaptasi, bersosialisasi, dan menyelesaikan konflik dengan baik.







