RADARPANGANDARAN.COM –Â Perawatan DC-DC converter sangat penting karena komponen ini memasok sistem 12V dan perangkat pendukung EV.
Secara operasional, converter bekerja setiap kali mobil listrik menyala.
Namun, banyak pemilik EV belum memahami peran penting komponen ini.
Padahal, hampir semua fitur kendaraan bergantung pada suplai converter.
Lampu, sensor, dan sistem infotainment menerima daya langsung dari converter.
Tanpa pasokan stabil, sistem kendaraan langsung mengalami gangguan.
Secara teknis, DC-DC converter menjembatani dua tingkat tegangan berbeda.
Komponen ini mengubah tegangan tinggi baterai menjadi tegangan rendah aman.
Menurut Wuling Indonesia, DC-DC converter merupakan komponen inti kendaraan listrik.
Karena itu, produsen sangat menyarankan perawatan berkala.
Kerusakan kecil sering memicu gangguan sistem yang lebih luas.
Dengan demikian, pemeriksaan rutin membantu mencegah masalah serius.
Sayangnya, banyak pemilik kendaraan masih mengabaikan converter saat servis.
Padahal, perannya setara dengan komponen utama lain.
Mengabaikannya dapat menurunkan keandalan kendaraan secara signifikan.
Fungsi dan Cara Kerja DC-DC Converter pada Mobil Listrik
DC-DC converter mengubah tegangan baterai utama menjadi tegangan aman untuk sistem 12V EV.
Umumnya, baterai utama menghasilkan tegangan sangat tinggi.
Nilainya berkisar antara 300 hingga 800 volt.
Namun, sistem kendaraan hanya membutuhkan tegangan rendah.
Karena itu, converter berfungsi sebagai penurun tegangan utama.
Menurut literatur industri EV, para insinyur menyebut converter sebagai energy hub.







