Fungsinya menghubungkan dua sistem kelistrikan berbeda.
Tanpa converter, sistem elektronik kendaraan tidak dapat beroperasi.
Lampu dan sistem keselamatan akan langsung mati.
Selain itu, sensor kendaraan sangat bergantung pada suplai daya stabil.
Efisiensi kerjanya mencapai 94 hingga 98 persen.
Angka ini tergolong sangat tinggi.
Namun demikian, kondisi termal sangat memengaruhi efisiensi.
Panas berlebih menurunkan kinerja converter secara bertahap.
Karena itu, sistem pendinginan memegang peran krusial.
Heat sink dan sirkulasi udara harus bekerja optimal.
Dengan demikian, pembahasan perawatan menjadi sangat relevan.
Tanpa inspeksi rutin, degradasi terjadi perlahan.
Akibatnya, masalah sering muncul tanpa gejala awal.
Perawatan DC-DC Converter dan Risiko Jika Diabaikan
Perawatan DC-DC converter mencakup inspeksi konektor, pendinginan, dan kestabilan tegangan sistem 12V EV.
Langkah pertama mencakup pemeriksaan seluruh konektor listrik.
Pastikan teknisi mengencangkan semua konektor dengan benar.
Koneksi buruk sering memicu panas berlebih.
Selanjutnya, perhatikan tanda hangus atau bau terbakar.
Gejala tersebut menunjukkan adanya stres termal.
Menurut panduan teknis EV, panas menjadi musuh utama converter.
Selain panas, kelembapan mempercepat degradasi komponen elektronik.
Karena itu, teknisi harus menjaga area pemasangan tetap kering.
Monitoring tegangan output sangat disarankan secara berkala.
Fluktuasi tegangan biasanya menandakan masalah internal.
Artinya, kerusakan muncul perlahan seiring waktu.
Dengan pemeriksaan rutin, teknisi dapat mendeteksi masalah lebih awal.







