RADARPANGANDARAN.COM –Â Perawatan idle control menjadi penting karena kotoran pada sistem IAC ISC sering memicu mesin mati saat berhenti.
Oleh karena itu, masalah ini sangat umum terjadi pada motor injeksi harian.
Biasanya, gejala muncul saat pengendara berhenti di lampu merah atau terjebak macet.
Pada kondisi tersebut, putaran mesin menurun lalu mesin mati secara mendadak.
Situasi ini tentu mengganggu kenyamanan berkendara secara signifikan.
Selain itu, risiko keselamatan pengendara juga ikut meningkat.
Menariknya, masalah idle sering muncul secara bertahap dan tidak langsung terasa.
Pada awalnya, pengendara merasakan mesin tidak stabil saat langsam.
Namun seiring waktu, mesin semakin mudah mati tanpa peringatan.
Banyak pengguna mengira aki lemah sebagai penyebab utama masalah ini.
Padahal, sumber masalah sering berasal dari sistem idle control.
Secara teknis, sistem ini bekerja saat throttle tertutup penuh.
Kemudian, sistem mengatur tambahan udara agar mesin tetap hidup.
Jika aliran udara terganggu, idle mesin menjadi tidak stabil.
Menarik untuk dicatat, pabrikan motor Jepang membahas masalah ini secara resmi.
Honda, Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki memiliki panduan teknis yang serupa.
Secara konsisten, semuanya menekankan pentingnya perawatan idle control.
Peran Sistem IAC ISC dan Dampak Throttle Body Kotor
Pada dasarnya, sistem IAC ISC mengatur suplai udara saat throttle tertutup.
Melalui pelatihan PGM-FI, Honda menjelaskan fungsi tersebut secara rinci.
Secara aktif, IAC menjaga putaran mesin tetap stabil.







