Lakukan cek velg untuk melihat apakah ada penyok halus atau bagian yang sedikit melengkung.
Velg bengkok bisa menyebabkan getaran berlebih saat motor melaju.
Putar roda secara perlahan untuk melihat apakah velg tampak goyang.
Roda harus berputar sempurna tanpa deviasi.
Ban juga bisa terkena dampak benturan meski tidak langsung terlihat kerusakannya.
Cek kondisi dinding ban untuk memastikan tidak ada sobekan kecil.
Pastikan tekanan angin sesuai standar agar penggunaan motor tetap aman.
Periksa juga suspensi depan dan belakang setiap kali motor terjatuh.
Perhatikan apakah shockbreaker menjadi lebih keras atau mengeluarkan suara aneh.
Kebocoran oli shock menjadi tanda jelas kerusakan.
Jika suspensi tidak bekerja normal, handling motor bisa menjadi tidak stabil.
Kemudian cek bagian belakang, terutama transmisi seperti rantai atau CVT.
Rantai bisa bergeser atau link-nya menjadi kaku akibat benturan.
Rantai yang tidak sejajar dapat menyebabkan putus mendadak.
Jika motor menggunakan CVT, pastikan area puli tidak terkena benturan keras.
Kerusakan pada CVT bisa memengaruhi akselerasi dan suara mesin.
Terakhir, jangan lupa cek rem.
Disk atau kaliper bisa bergeser saat motor terjatuh.
Jika rem terasa berbeda dari biasanya, segera lakukan servis.
Motor yang mengalami insiden kecil tetap membutuhkan pemeriksaan menyeluruh untuk menjaga keselamatan.
Dengan memahami cara merawat motor setelah jatuh dan mengenali tanda-tanda kerusakan ringan, Anda dapat mengurangi risiko terjadinya kerusakan besar.
Lakukan pemeriksaan detail, seperti mengecek stang, velg, suspensi, rantai, dan CVT, setelah kejadian.











