RADARPANGANDARAN.COM –Â Perawatan OBC mobil listrik sangat penting karena komponen ini rentan rusak akibat listrik rumah tidak stabil.
Kondisi ini, pada umumnya, sering dialami pengguna home charging.
Namun demikian, banyak pemilik mobil listrik belum menyadari risiko tersebut.
Padahal, kerusakan OBC dapat menimbulkan biaya perbaikan mahal.
Selain itu, dalam beberapa kasus, klaim garansi bisa terpengaruh.
Oleh karena itu, pemahaman dasar menjadi hal yang sangat dibutuhkan.
Pada dasarnya, OBC bekerja setiap kali mobil diisi daya.
Komponen ini kemudian mengubah arus AC menjadi DC.
Proses tersebut, tentu saja, membutuhkan tegangan yang stabil.
Jika suplai listrik bermasalah, maka risiko kerusakan pun meningkat.
Sejumlah pabrikan bahkan telah mengeluarkan peringatan resmi.
Sebagai contoh, Hyundai menyebut OBC sensitif terhadap overvoltage.
Selain itu, kondisi grounding juga memegang peran penting.
Masalah serupa, misalnya, turut dijelaskan oleh BYD.
Wuling Indonesia pun menekankan hal yang sama.
Karena itu, perawatan OBC bukan sekadar teori semata.
Dengan langkah pencegahan sederhana, kerusakan besar dapat dihindari.
Mengapa Listrik Rumah Tidak Stabil Berbahaya bagi OBC
Pada prinsipnya, pabrikan merancang OBC mobil listrik untuk bekerja dalam rentang tegangan tertentu.
Standar internasional IEC 61851 menjelaskan ketentuan tersebut.
Jika tegangan naik atau turun drastis, komponen internal akan terdampak.
Bosch menjelaskan bahwa OBC memiliki modul elektronik daya yang sensitif.
Di dalamnya, terdapat rectifier serta power semiconductor.







