RADARPANGANDARAN.COM – Banyak pemilik mobil tidak sadar bahwa perawatan radiator cap itu penting untuk mencegah tutup radiator rusak.
Padahal komponen murah ini berperan besar menjaga tekanan sistem pendingin agar mesin tidak overheat.
Kalau tekanan cairan tidak stabil, suhu mesin bisa naik dan menyebabkan overheat mesin di tengah jalan.
Karena itu penting memahami fungsi, tanda kerusakan, dan risiko jika tutup radiator tidak bekerja dengan benar.
Fungsi Radiator Cap dalam Sistem Pendingin Mobil
Tutup radiator bukan sekadar penutup biasa.
Komponen ini mengatur tekanan coolant agar tetap stabil saat mesin bekerja keras.
Mengutip dari MotoRad, tutup radiator menjaga tekanan ideal untuk mencegah overheating pada sistem pendingin.
Dengan tekanan yang tepat, cairan pendingin tidak mudah mendidih meskipun suhu mesin tinggi.
Artikel dari Daihatsu menjelaskan cara kerja tutup radiator melalui dua katup utama.
Saat tekanan naik, katup membuka aliran ke reservoir agar sistem tetap aman.
Ketika tekanan turun, katup vakum bekerja mengembalikan coolant ke radiator.
Mekanisme ini memastikan coolant bersirkulasi optimal tanpa kehilangan volume.
Nominal tekanan biasanya tercetak di bagian atas tutup radiator.
Contohnya angka 1.1 atau 108 kPa yang menunjukkan batas tekanan maksimum.
Dokumen Toyota dan Honda mencatat angka kerja standar antara 74 hingga 103 kPa.
Artinya tutup radiator harus mampu mempertahankan tekanan tersebut agar mesin tetap stabil.
Kalau tekanan terlalu rendah, mesin akan cepat panas akibat coolant tidak bersirkulasi sempurna.
Tanda Tutup Radiator Rusak dan Efeknya pada Overheat Mesin
Ada beberapa ciri yang mudah dikenali saat tutup radiator mulai bermasalah.







