RADARPANGANDARAN.COM –Â Perawatan sensor posisi rotor sangat penting karena resolver encoder menentukan akurasi kontrol motor listrik.
Selain itu, komponen ini memengaruhi kalibrasi resolver dan diagnostik motor EV secara langsung.
Sensor ini membaca sudut dan kecepatan rotor secara real-time.
Data tersebut kemudian mengatur sistem kontrol motor kendaraan listrik.
Tanpa pembacaan presisi, efisiensi motor langsung menurun.
Akibatnya, respons akselerasi terasa tidak stabil.
Resolver dan encoder bekerja dalam sistem closed-loop control.
Karena itu, sistem harus menjaga konsistensi sinyal posisi.
Secara teknis, resolver menghasilkan sinyal analog sine dan cosine.
Sebaliknya, encoder mengirim sinyal digital posisi rotor.
Kedua sensor ini membantu controller menentukan sudut medan magnet.
Dengan demikian, motor EV bekerja lebih efisien dan halus.
Namun, panas dan getaran sering mengganggu kestabilan sinyal.
Oleh sebab itu, teknisi perlu melakukan perawatan rutin.
Sensor posisi rotor bukan sekadar komponen kecil.
Sebaliknya, komponen ini menentukan presisi sistem penggerak listrik.
Prinsip Kerja dan Pentingnya Kalibrasi Resolver
Perawatan sensor posisi rotor dimulai dengan memahami prinsip kerjanya.
Resolver mengukur sudut rotor menggunakan sinyal analog presisi.
Controller kemudian menerjemahkan sinyal tersebut menjadi sudut elektrik.
Karena itu, akurasi sinyal sangat menentukan performa motor.
Encoder membaca posisi rotor melalui sistem digital.
Meskipun berbeda, keduanya menjalankan fungsi utama yang sama.













