RADARPANGANDARAN.COM – Mobil dengan perawatan transmisi CVT membutuhkan perlakuan khusus sejak awal penggunaan.
Kesalahan kecil dapat menyebabkan gejala awal slip dan kerusakan serius.
Karena itu, penting memahami kebiasaan yang perlu Anda hindari saat memakai mobil bertransmisi CVT.
Transmisi CVT bekerja memakai sabuk dan pulley yang sensitif terhadap panas dan tekanan.
Oli CVT khusus berperan besar menjaga gesekan tetap stabil selama berkendara.
Mengutip panduan Daihatsu, penggunaan oli yang salah dapat mempersingkat umur komponen CVT.
Subaru juga menegaskan bahwa masalah CVT sering muncul karena fluida tidak cocok.
Kesalahan tersebut bisa membuat transmisi panas dan mudah slip saat akselerasi.
Wajib Gunakan Oli Khusus CVT
Oli CVT bukan sekadar pelumas, tetapi pengatur tekanan sistem CVT.
Daihatsu menekankan pentingnya memakai oli CVT khusus sesuai spesifikasi pabrikan.
Penggunaan ATF biasa tidak boleh menggantikan oli CVT.
Manual Mitsubishi juga menegaskan bahwa Anda hanya boleh memakai oli Genuine CVT Fluid.
Oli tidak cocok bisa membuat sabuk tergelincir dan menyebabkan getaran.
Level oli juga wajib dijaga agar tetap presisi setiap pemakaian.
Subaru menyebut level oli yang kurang dapat memicu overheating.
Oli berlebih juga bisa mengacaukan tekanan internal sistem CVT.
Periksa kondisi oli secara berkala untuk memastikan warnanya tidak berubah menjadi hitam.
Oli yang berubah gelap menandakan panas berlebih dalam CVT.
Interval penggantian oli berbeda pada tiap pabrikan.
Daihatsu menyebut kisaran 30.000 km untuk kondisi normal Indonesia.







