RADARPANGANDARAN.COM – Mobil dengan transmisi otomatis semakin populer, sehingga perawatan transmisi otomatis yang benar menjadi penting.
Transmisi torque converter modern butuh perhatian khusus agar tetap halus dan tidak cepat rusak.
Kunci utamanya ada pada ATF mobil, interval penggantian, serta memahami gejala transmisi bermasalah.
Jika kamu paham hal dasar ini, transmisi akan lebih awet dan minim biaya perbaikan.
Kenapa ATF Sangat Penting untuk Transmisi Torque Converter Modern?
ATF adalah cairan vital untuk sistem transmisi otomatis.
Fungsinya sebagai pelumas, pendingin, dan media hidrolik di dalam transmisi.
Pada torque converter modern, ATF juga mengatur kerja lock-up clutch agar respons tetap stabil.
Jika ATF menurun kualitasnya, perpindahan gigi bisa terasa tidak halus.
Bahkan, slip gigi bisa muncul saat mobil berakselerasi.
Mengutip dari Auto DR, penggantian ATF direkomendasikan setiap 60.000–100.000 mile.
Angka itu setara 96.000–160.000 km dalam kondisi penggunaan normal.
Untuk pemakaian berat seperti kemacetan atau suhu tinggi, intervalnya harus lebih cepat.
Di Indonesia, kondisi panas dan macet membuat ATF bekerja lebih keras setiap hari.
Karena itu, penggantian lebih cepat jelas mengurangi risiko kerusakan.
Beberapa pabrikan di sini menyarankan interval 40.000–60.000 km, contohnya Toyota.
Honda juga memasukkan item “Replace A/T Fluid” dalam jadwal servis berkala.
Pastikan selalu memakai ATF sesuai spesifikasi pabrikan karena transmisi modern sensitif.
Gejala Transmisi Bermasalah yang Harus Kamu Waspadai
Transmisi torque converter umumnya halus, jadi perubahan kecil cukup mudah terasa.











