RADARPANGANDARAN.COM – Perbandingan ABS dan CBS penting dipahami saat jalan licin hujan karena menentukan keselamatan pengereman sepeda motor.
Musim hujan Januari selalu menghadirkan risiko tinggi bagi pengendara sepeda motor di berbagai kondisi jalan perkotaan.
Permukaan jalan berubah licin akibat air, lumpur, dan sisa oli yang sulit terlihat.
Banyak kecelakaan terjadi bukan karena kecepatan tinggi, melainkan pengereman mendadak yang tidak terkendali.
Dalam situasi tersebut, sistem pengereman menjadi faktor utama keselamatan berkendara.
Dua teknologi pengereman yang sering dibandingkan adalah ABS motor dan CBS motor.
Keduanya dirancang untuk meningkatkan keamanan, namun prinsip kerja dan responsnya berbeda di jalan licin.
Data Korlantas Polri menunjukkan mayoritas kecelakaan musim hujan disebabkan hilangnya traksi saat pengereman.
Jalan basah membuat roda mudah terkunci ketika pengendara bereaksi spontan menghindari bahaya.
Kondisi inilah yang menuntut sistem pengereman bekerja optimal menjaga stabilitas motor.
Cara Kerja ABS di Jalan Licin
ABS motor bekerja dengan mencegah roda terkunci saat pengendara menekan rem secara keras.
Sistem ini memanfaatkan sensor kecepatan roda untuk membaca potensi penguncian.
Tekanan rem akan diatur otomatis ketika roda terdeteksi akan berhenti berputar.
Proses tersebut terjadi sangat cepat tanpa disadari pengendara.
Hasilnya, roda tetap berputar dan motor masih bisa diarahkan di jalan licin hujan.
Publikasi teknis keselamatan transportasi menyebut ABS efektif dalam pengereman ekstrem.







