Perbandingan eSP+ Irit BBM dan Blue Core Irit BBM di Rute Luar Kota

Putaran mesin bekerja pada zona optimal sehingga pembakaran berlangsung efisien.

Karakter Mesin eSP+ di Rute Luar Kota

Keunggulan eSP+ terletak pada efisiensi mekanis dan kestabilan mesin.

Pada kecepatan 50 hingga 70 kilometer per jam, konsumsi BBM tetap terjaga.

Mesin tidak dipaksa bekerja keras karena minim akselerasi mendadak.

Hal ini membuat eSP+ irit BBM terasa dalam perjalanan jarak menengah.

Pengendara juga merasakan getaran yang lebih minim di setang.

Stabilitas ini meningkatkan kenyamanan saat touring luar kota.

Sementara itu, Yamaha mengusung teknologi mesin bernama Blue Core.

Blue Core menitikberatkan pada efisiensi energi dan bobot mesin ringan.

Optimalisasi pembakaran menjadi fokus utama dalam pengembangan teknologi ini.

Sistem pendinginan dibuat lebih stabil untuk menjaga performa mesin.

Blue Core digunakan pada banyak skutik Yamaha dari kelas 125 cc ke atas.

Model seperti Mio, Gear, hingga NMAX mengandalkan mesin Blue Core.

Karakter Blue Core dikenal responsif dan ringan saat tuas gas diputar.

Akselerasi terasa agresif dibandingkan beberapa kompetitor di kelasnya.

Efisiensi Blue Core pada Kecepatan Stabil

Dalam pengujian konsumsi BBM, Blue Core mencatat angka cukup kompetitif.

Untuk kelas 125 cc, konsumsi BBM berada di kisaran 49 hingga 53 kilometer per liter.

Pada rute luar kota, efisiensi Blue Core juga mengalami peningkatan.

Mesin bekerja lebih ringan saat kecepatan konstan tanpa stop and go.

Namun secara head to head, Blue Core irit BBM masih sedikit di bawah eSP+.

Perbedaan konsumsi BBM tergolong tipis dan sulit dirasakan harian.