RADARPANGANDARAN.COM – Honda e:HEV vs Nissan e-Power sama-sama unggul untuk hybrid stop and go harian, terutama di kemacetan dan rute pendek.
Perbandingan ini makin relevan saat jam sibuk mendominasi aktivitas warga perkotaan.
Kemacetan panjang menuntut sistem hybrid yang efisien dan responsif.
Kedua teknologi menawarkan pendekatan berbeda dalam mengelola energi.
Pengamat otomotif menyoroti efisiensi, kenyamanan, dan konsumsi bahan bakar harian.
Perbedaan sistem kerja berdampak langsung pada pengalaman berkendara.
Honda e:HEV menggabungkan mesin bensin dan motor listrik.
Keduanya bisa bekerja bergantian atau bersamaan sesuai kebutuhan.
Pada kecepatan rendah, mobil melaju menggunakan motor listrik.
Mesin bensin aktif saat membutuhkan tenaga tambahan.
Mesin juga membantu mengisi baterai demi efisiensi bahan bakar.
Pendekatan ini memberi fleksibilitas dalam berbagai kondisi jalan.
Saat melaju stabil, mesin bisa langsung menggerakkan roda.
Sistem ini mengurangi kehilangan energi konversi listrik.
Hybrid paralel seperti ini efisien pada kecepatan konstan.
Rute campuran antara macet dan jalan lancar cocok untuk e:HEV.
Sementara itu, Nissan e-Power memakai pendekatan berbeda.
Mesin bensin hanya bertugas sebagai generator listrik.
Roda selalu digerakkan motor listrik tanpa sambungan mekanis langsung.
Konsep ini menghadirkan sensasi seperti mobil listrik murni.
Akselerasi terasa halus dengan respons instan.
Motor listrik memberi torsi maksimum sejak kecepatan nol.
Karakter ini sangat cocok untuk hybrid stop and go.










