Rantai Keteng Memanjang? Waspada Tensioner Fatigue dan Risiko Loncat Gigi!

RADARPANGANDARAN.COM – Rantai keteng memanjang akibat tensioner fatigue dapat menggeser timing advance dan meningkatkan risiko loncat gigi.

Sering kali, masalah ini muncul tanpa disadari pengendara.

Awalnya, mesin hanya mengeluarkan suara berisik.

Namun demikian, gejala tersebut dapat berkembang menjadi kerusakan serius.

Karena itu, lakukan pemeriksaan rutin secara berkala.

Rantai keteng menjaga sinkronisasi crankshaft dan camshaft secara presisi.

Jika sinkronisasi terganggu, performa mesin langsung menurun.

Selain itu, respons akselerasi terasa lebih lambat.

Yamaha Indonesia menjelaskan bahwa tensioner aus membuat rantai mengendur.

Saat rantai mengendur, timing pengapian menjadi tidak presisi.

Akibatnya, proses pembakaran tidak lagi optimal.

Suzuki Indonesia juga menyebut rantai kendur menurunkan performa mesin.

Selain itu, getaran abnormal sering menjadi tanda awal masalah.

Karena itu, jangan abaikan suara keteng yang kasar.

Masalah kecil dapat berkembang menjadi kerusakan besar.

Terutama pada mesin tipe interference modern.

Penyebab Rantai Keteng Memanjang dan Tensioner Fatigue

Rantai keteng tidak benar-benar meregang secara fisik.

Namun, keausan pin dan bushing menambah panjang efektif rantai.

Akibatnya, slack atau kelonggaran mulai muncul.

Tensioner mengalami fatigue ketika pegas kehilangan daya tekan.

Karena itu, tensioner gagal menjaga ketegangan optimal.

Yamaha Indonesia menyebut kondisi ini memicu pergeseran timing advance.

Timing yang bergeser membuat tenaga mesin terasa menurun.

Selain itu, suara mesin terdengar lebih kasar.