Namun, banyak pengguna hanya mengganti rantai.
Padahal, mekanik sebaiknya mengganti rantai dan sproket secara bersamaan.
Selain sproket aus, alignment melenceng juga memicu masalah serius.
Ketidaksejajaran membuat rantai bekerja tidak lurus terhadap sproket.
Akibatnya, tekanan terbagi tidak merata pada setiap gigi.
Selain itu, komponen mengalami keausan lebih cepat.
Rantai bahkan bisa meloncat saat menerima beban berat.
Karena itu, pemilik harus memastikan tanda alignment roda sejajar kiri dan kanan.
Suzuki Indonesia menyarankan pemeriksaan alignment saat servis berkala.
Langkah ini mencegah keausan tidak merata.
Selain itu, pengendara merasakan motor lebih stabil saat berkendara.
Tensioner Tidak Presisi dan Perawatan Rantai Kurang Optimal
Tensioner tidak presisi juga sering memicu rantai loncat saat akselerasi.
Jika rantai terlalu longgar, loncatan mudah terjadi.
Sebaliknya, rantai yang terlalu kencang mempercepat keausan komponen.
Karena itu, pemilik harus menyetel ketegangan sesuai rekomendasi pabrikan.
Manual Honda menyarankan pemeriksaan slack secara berkala.
Slack yang tepat menjaga keseimbangan gerak rantai.
Selain itu, pemilik perlu membersihkan rantai secara rutin.
Debu dan kotoran mempercepat keausan roller.
Rantai kering juga meningkatkan gesekan internal.
Oleh sebab itu, pelumasan rutin sangat penting.
Gunakan chain lube sesuai spesifikasi motor.
Selain itu, hindari akselerasi kasar ketika kondisi rantai tidak prima.
Perawatan sederhana mampu memperpanjang usia pakai chain kit.
Pemeriksaan visual membantu pemilik mendeteksi masalah lebih awal.











