Buat saya menatap kamera dengan senyum tipis yang tulus agar terlihat fotogenik dan hidup.
Tambahkan pencahayaan lampu masjid yang hangat dan lembut di belakang saya untuk menciptakan efek sinematik.
Sesuaikan bayangan wajah agar tetap natural dan tidak terlihat seperti buatan AI.”
Prompt 3:
“Ubah pose saya menjadi sedang berjalan perlahan di pasar takjil dengan satu tangan membawa kantong makanan berbuka.
Arahkan tubuh sedikit condong ke depan agar terlihat dinamis dan realistis.
Buat ekspresi wajah ceria dengan mata yang berbinar agar tidak tampak kosong.
Tambahkan latar keramaian pasar dengan lampu-lampu kecil yang menciptakan suasana dramatis khas Ramadan.”
Prompt 4:
“Edit foto saya menjadi seolah sedang duduk bersila di ruang keluarga dengan sajian makanan berbuka di depan saya.
Buat saya menatap makanan dengan ekspresi penuh rasa syukur dan kebahagiaan sederhana.
Tambahkan pencahayaan hangat dari lampu rumah yang memantul lembut di wajah agar terlihat natural.
Ciptakan suasana intim dan estetik tanpa mengubah bentuk wajah asli saya.”
Prompt 5:
“Ubah pose saya menjadi berdiri di balkon dengan tangan memegang tasbih sambil menatap langit malam.
Arahkan tubuh sedikit menyamping dan angkat dagu secara halus agar terlihat dramatis namun tetap realistis.
Tambahkan latar bulan sabit yang samar di langit untuk memperkuat nuansa Ramadan.
Pastikan detail mata terlihat tajam dan hidup agar hasil edit foto tetap fotogenik.”
Prompt 6:
“Edit foto saya menjadi seolah sedang membagikan paket makanan kepada orang lain dengan posisi tubuh sedikit membungkuk sebagai gestur empati.







