Regenerative Braking Bikin Mobil Listrik Makin Irit? Ini 6 Fakta yang Jarang Diketahui

RADARPANGANDARAN.COMRegenerative braking menjadi salah satu teknologi penting yang membuat mobil listrik semakin hemat energi. Sistem ini mampu mengubah energi yang biasanya terbuang saat pengereman menjadi listrik yang kembali tersimpan di baterai kendaraan.

Banyak pengguna masih belum memahami cara kerja teknologi ini.

Bahkan, sebagian orang menganggap regenerative braking dapat mempercepat kerusakan baterai mobil listrik karena proses pengisian daya yang terjadi berulang kali.

Padahal, teknologi tersebut justru dirancang untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus membantu mengurangi biaya operasional kendaraan dalam jangka panjang.

Cara Kerja Regenerative Braking pada Mobil Listrik

Pada kendaraan berbahan bakar konvensional, energi saat pengereman berubah menjadi panas akibat gesekan komponen rem.

Energi tersebut hilang begitu saja tanpa memberikan manfaat tambahan bagi kendaraan.

Berbeda dengan mobil listrik yang memanfaatkan teknologi regenerative braking untuk mengolah kembali energi yang sebelumnya terbuang.

Ketika pengemudi melepas pedal akselerator atau mulai mengerem, motor listrik berubah fungsi menjadi generator.

Generator tersebut menangkap energi gerak kendaraan yang sedang melambat.

Energi gerak kemudian dikonversi menjadi energi listrik dan dikirim kembali ke baterai mobil listrik.

Proses inilah yang membuat kendaraan listrik mampu memanfaatkan energi secara lebih efisien dibandingkan kendaraan konvensional.

Semakin sering kendaraan mengalami perlambatan, semakin besar potensi energi yang dapat dipulihkan.