RADARPANGANDARAN.COM –Â Rem motor sering menggigit terlambat karena selang mengembang dan cairan rem menyerap air.
Akibatnya, pengendara kehilangan respons cepat saat melakukan pengereman mendadak.
Namun, banyak pengendara keliru menuding kampas rem sebagai penyebab utama.
Padahal, sistem hidrolik justru memegang peran paling krusial.
Sistem rem idealnya meneruskan tekanan secara instan ke kaliper.
Sayangnya, gangguan komponen tertentu sering menunda aliran tekanan.
Akibatnya, pengendara merasakan tuas rem terasa dalam sebelum bekerja.
Kondisi ini jelas menurunkan kontrol serta rasa aman berkendara.
Sejak lama, pabrikan dan regulator telah menyoroti masalah ini.
Oleh karena itu, pengendara perlu memahami aspek teknis sistem rem.
Perawatan rem tidak hanya berfokus pada penggantian kampas.
Pengguna juga harus memperhatikan fluida dan tekanan hidrolik.
Selanjutnya, pembahasan teknis membantu memahami akar permasalahan.
Selang Rem Mengembang dan Cairan Rem Menyerap Air
Selang rem karet dapat mengembang saat menerima tekanan tinggi.
Ekspansi ini menyerap sebagian tekanan sebelum mencapai kaliper.
SAE International menjelaskan fenomena ini dalam standar SAE J1401.
Standar tersebut membatasi tingkat ekspansi selang rem.
Jika selang melampaui batas, respons pengereman akan melambat.
Akibatnya, pengendara merasakan rem dalam dan kurang responsif.
Di sisi lain, cairan rem juga sangat memengaruhi kinerja sistem.
Cairan rem DOT bersifat higroskopis dan menyerap uap air.
ISO 4925 menjelaskan air menurunkan titik didih cairan rem.







