Bosch menyebut kadar air dua persen menurunkan boiling point secara signifikan.
Saat suhu meningkat, sistem membentuk uap di dalam jalur rem.
Kondisi ini memicu vapor lock pada sistem hidrolik.
Akibatnya, tekanan gagal terbentuk secara instan.
Pengendara merasakan tuas kosong saat menarik rem.
Kombinasi selang mengembang dan cairan tercemar memperburuk respons.
Karena itu, pengendara wajib mengganti komponen secara berkala.
Master Rem Aus dan Dampaknya pada Tekanan Hidrolik
Master rem berfungsi menghasilkan tekanan hidrolik awal.
Komponen ini mengandalkan piston dan seal karet.
Seiring pemakaian, seal master rem dapat mengalami keausan.
Honda Service Manual menjelaskan keausan ini memicu kebocoran internal.
Kebocoran terjadi di dalam silinder tanpa tanda eksternal.
Akibatnya, sistem membangun tekanan secara lebih lambat.
Yamaha di dalam Technical Training menyebut kondisi ini sebagai pressure delay.
Gejalanya, pengendara harus menarik tuas lebih dalam.
Rem baru bekerja setelah tekanan terkumpul penuh.
Situasi ini sangat berbahaya saat pengereman darurat.
SAE menegaskan pentingnya waktu pembentukan tekanan.
Master rem aus memperpanjang waktu tersebut secara signifikan.
Sayangnya, banyak pengguna tidak menyadari keausan ini.
Tidak ada tetesan cairan di luar sistem.
Namun, performa rem terus menurun perlahan.
Karena itu, teknisi sangat menyarankan pemeriksaan seal.
Penggantian master kit sering menjadi solusi paling efektif.
Secara keseluruhan, rem menggigit terlambat bukan masalah sepele.
Masalah ini berasal dari kerja sistem rem secara menyeluruh.







