RADARPANGANDARAN.COM – Secara umum, rem motor berdecit muncul saat sistem pengereman panas dan menerima tekanan tinggi.
Kondisi ini sering terjadi pada motor harian.
Biasanya, bunyi decit muncul setelah perjalanan cukup jauh.
Saat suhu meningkat, sistem pengereman bekerja semakin keras.
Jika komponen tidak bekerja optimal, rem langsung mengeluarkan suara.
Akibatnya, kenyamanan berkendara pun menurun.
Selain itu, banyak pengendara menganggap masalah ini sepele.
Padahal, bunyi decit menandakan gangguan teknis pada sistem rem.
Rem berdecit juga menurunkan rasa percaya diri pengendara.
Lebih jauh, performa pengereman dapat ikut menurun.
Karena itu, pengendara perlu memahami penyebab utamanya.
Umumnya, tiga faktor utama memicu masalah ini.
Ketiga faktor tersebut saling berkaitan.
Jika pengendara membiarkannya, kerusakan bisa semakin parah.
Namun demikian, perawatan sederhana mampu mencegah masalah ini.
Kampas Glazing dan Pelat Anti-Noise Bermasalah
Kampas glazing sering menjadi penyebab utama rem motor berdecit saat panas.
Glazing terjadi ketika panas berlebih mengeraskan permukaan kampas.
Permukaan kampas menjadi licin dan keras.
Akibatnya, gaya gesek menurun drastis.
Saat pengendara menekan rem, sistem menghasilkan getaran frekuensi tinggi.
Getaran tersebut kemudian berubah menjadi bunyi decit.
Honda Technical Service menjelaskan glazing sebagai pemicu brake squeal.
EBC Brakes juga menjelaskan efek licin pada kampas glazed.
SAE International menegaskan perubahan karakter material akibat panas ekstrem.













