Model terbaru memakai gas strut stainless heavy duty yang mampu menahan tekanan tambahan selama kondisi cuaca ekstrem.
Sistem lock baja multi titik membuat tutup tidak mudah terbuka sendiri walaupun terjadi tekanan angin berulang.
Pabrikan melakukan ribuan simulasi buka tutup untuk memastikan komponen mekanis tetap bekerja optimal dalam jangka panjang.
Dinding bagian dalam juga mendapat peningkatan material untuk menjaga kenyamanan dan ketahanan air saat badai berlangsung.
Kombinasi ripstop polyester berlapis PU dengan rating waterproof 3000 mm kini menjadi standar banyak produk premium.
Lapisan tersebut mampu menahan hujan deras dan air horizontal akibat angin tanpa menimbulkan rembesan signifikan.
Ventilasi silang tetap tersedia agar sirkulasi udara terjaga, sekaligus mencegah kondensasi berlebih di dalam tenda.
Saat badai datang, ventilasi dapat ditutup rapat menggunakan penutup anti angin tanpa mengurangi keamanan struktur.
Beberapa produsen mengembangkan desain clamshell asimetris untuk mengarahkan sisi rendah menghadapi arah angin dominan.
Konsep aerodinamika tersebut membantu menurunkan tekanan langsung sehingga stabilitas rooftop tent hardshell semakin meningkat.
Perdebatan mengenai bobot juga sering muncul di komunitas pengguna rooftop camping modern.
Sebagian orang mengira tenda lebih berat selalu lebih kuat, padahal bobot ideal justru berada pada rentang tertentu.
Rooftop tent hardshell berbobot 60 hingga 80 kilogram dianggap paling seimbang antara kekuatan dan keamanan roof rail kendaraan.









