RADARPANGANDARAN.COM – Roller CVT motor matic 150cc sering jadi solusi irit BBM karena efisiensi kerja mesin harian meningkat.
Motor matic 150cc dikenal nyaman dan bertenaga untuk penggunaan harian perkotaan.
Namun banyak pengguna mengeluhkan konsumsi BBM terasa lebih boros dibanding mesin kecil.
Kondisi ini sering muncul saat motor digunakan stop and go.
Salah satu solusi populer adalah mengganti roller CVT dengan bobot lebih ringan.
Metode ini sering disebut downsize roller oleh mekanik dan pengguna.
Cara ini dinilai efektif karena langsung memengaruhi karakter kerja mesin.
Roller CVT berperan besar mengatur putaran mesin dan penyaluran tenaga.
SISTEM KERJA CVT MOTOR MATIC
Sistem CVT bekerja otomatis menyesuaikan rasio transmisi sesuai putaran mesin.
Roller CVT mendorong pulley primer agar rasio bergerak dari rendah ke tinggi.
Roller lebih berat mendorong pulley lebih cepat saat mesin berputar.
Akibatnya rasio cepat naik dan mesin bekerja di putaran rendah.
Roller lebih ringan menahan rasio lebih lama sebelum berubah.
Mesin bertahan di putaran tertentu lebih stabil.
Setelan standar pabrikan biasanya kompromi performa dan kenyamanan.
Pada lalu lintas padat, setelan ini sering kurang efisien.
Mesin bekerja di putaran kurang ideal saat kecepatan rendah.
Kondisi tersebut membuat konsumsi BBM terasa lebih boros.
EFEK DOWNSIZE ROLLER CVT
Downsize roller CVT mengubah karakter mesin motor matic 150cc.
Putaran mesin menjadi stabil di rentang efisiensi.
Tarikan awal terasa lebih ringan tanpa buka gas dalam.







