RADARPANGANDARAN.COM –Â Getaran motor pada RPM tertentu sering mengganggu pengendara karena mesin bergetar konsisten di putaran spesifik.
Secara teknis, balancer shaft, dudukan mesin, dan resonansi rangka memicu getaran tersebut.
Biasanya, pengendara merasakan gejala ini pada RPM menengah saat kecepatan stabil.
Menariknya, getaran sering hilang ketika pengendara menaikkan atau menurunkan RPM.
Karena itu, banyak pengendara menganggap masalah ini sepele.
Padahal, faktor mekanis dan struktural sering menjadi penyebab utama.
Jika dibiarkan, getaran terus mengurangi kenyamanan berkendara.
Selain itu, komponen lain ikut menerima beban getar berlebih.
Fenomena ini umumnya terjadi pada motor harian.
Baik motor baru maupun lama dapat mengalami kondisi serupa.
Namun, penyebabnya tidak selalu berasal dari kerusakan mesin.
Sering kali, sistem peredam getaran bekerja kurang optimal.
Gaya dinamis mesin memicu getaran ketika sistem gagal meredamnya sempurna.
Beberapa faktor kemudian bekerja bersamaan pada RPM tertentu.
Oleh sebab itu, mekanik perlu melakukan analisis menyeluruh.
Dengan memahami mekanismenya, pengendara dapat menentukan solusi lebih tepat.
Peran Balancer Shaft dan Dudukan Mesin
Balancer shaft menetralkan gaya getar dari gerakan piston dan kruk as.
Produsen mesin modern umumnya menggunakan sistem ini.
Jika balancer shaft bekerja kurang optimal, mesin menghasilkan getaran lebih kuat pada RPM tertentu.
Radar Pangandaran menjelaskan bahwa balancer membantu menghaluskan putaran mesin.
Pengendara merasakan getaran kasar saat poros penyeimbang tidak bekerja maksimal.







