Sensor Oksigen Rusak? Ini Penyebabnya dan Cara Biar BBM Tetap Irit!

Artikel dari Suzuki menambahkan gejala seperti mesin tidak stabil dan lampu check engine menyala.

Penyebab O2 Sensor Cepat Rusak dan Cara Merawatnya

Kerusakan O2 sensor tidak terjadi tiba-tiba.

Ada beberapa penyebab umum yang harus diwaspadai sejak dini.

Menurut Delphiautoparts, kontaminasi dari oli bocor atau coolant terbakar sering merusak sensor.

Innova menambahkan bahwa kerak karbon dari campuran bahan bakar terlalu kaya juga membuat sensor mati.

Kabel rusak, korsleting, dan injektor kotor sebagai penyebab lain.

Selain itu, knalpot lembap juga mempercepat korosi pada sensor oksigen.

Mobil yang sering melewati banjir berisiko lebih tinggi mengalami kerusakan sensor.

Cara perawatannya sebenarnya cukup sederhana.

Pertama, gunakan bahan bakar berkualitas untuk mencegah penumpukan karbon.

Kedua, periksa kebocoran oli atau coolant agar tidak merusak elemen sensor.

Ketiga, hindari memanaskan mesin terlalu lama karena suhu berlebih merusak komponen sensor.

Keempat, bersihkan throttle body dan injektor secara berkala agar pembakaran tetap optimal.

DokterMobil menganjurkan pengecekan sensor setiap 40.000–60.000 km tergantung jenis mobil.

Modul “Sensor Oksigen PDF” mencatat beberapa sensor harus diganti sekitar 100.000 km terutama tipe berheater.

Jika gejala boros dan tarikan berat muncul, segera lakukan pemeriksaan.

Jangan menunda, karena kerusakan sensor memperburuk pembakaran dan meningkatkan emisi.

Artikel Daihatsu menjelaskan kerusakan sensor membuat performa mesin turun dan BBM terbuang sia-sia.