RADARPANGANDARAN.COM – Sensor suhu mesin atau ECT sensor sangat berpengaruh karena kerusakannya langsung menyebabkan konsumsi BBM boros dan suhu mesin tidak stabil.
Komponen ini bekerja mengirim data suhu ke ECU.
Data tersebut mengatur suplai bahan bakar.
Karena itu, kesalahan pembacaan suhu berdampak besar.
Bosch menjelaskan ECT sensor menentukan fuel enrichment saat mesin dingin.
Jika data salah, ECU mengira mesin belum panas.
Akibatnya, sistem terus menambah bahan bakar.
Kondisi ini membuat konsumsi BBM meningkat.
Pengendara sering tidak menyadari masalah ini.
Motor atau mobil tetap terasa normal saat digunakan.
Namun, efisiensi mesin perlahan menurun.
Kerusakan sensor sering berkembang secara bertahap.
Karena itu, pengendara kerap mengabaikan gejalanya.
Padahal dampaknya cukup serius.
Hal ini terutama terjadi jika pengendara memakai kendaraan setiap hari.
Dalam jangka panjang, biaya operasional meningkat.
Pengguna seharusnya menangani masalah ini sejak awal.
Pengaruh Sensor Suhu Mesin Rusak terhadap Konsumsi BBM
Sensor suhu mesin berfungsi memberi informasi suhu aktual mesin ke ECU.
Bosch menyebut sensor ini krusial dalam sistem manajemen mesin.
Data suhu mengatur durasi injeksi bahan bakar.
Saat ECT sensor rusak, data menjadi tidak akurat.
Jika sensor membaca suhu terlalu dingin, ECU menambah bensin.
Akibatnya, campuran bahan bakar menjadi terlalu kaya.
Kondisi ini membuat konsumsi BBM lebih boros.
Bosch Automotive menjelaskan fenomena tersebut secara detail.
Selain itu, idle mesin bisa menjadi lebih tinggi.













