Setelan Roda Belakang Melenceng? Ini Penyebab Ban Cepat Habis!

SAE International menyebut misalignment meningkatkan hambatan gulir roda.

Hambatan ini kemudian memengaruhi efisiensi dan kontrol motor.

Motor terasa lebih berat saat pengendara melaju lurus.

Handling pun menjadi tidak konsisten ketika menikung.

Kawasaki Service Manual menegaskan teknisi wajib mengecek alignment saat menyetel rantai.

Jika teknisi mengabaikannya, swing arm menerima beban tidak seimbang.

Beban tersebut mempercepat keausan komponen pendukung.

Suzuki Motor Corporation menyarankan penggunaan alat alignment khusus.

Metode visual saja sering gagal memberikan hasil akurat.

Karena itu, mekanik perlu mengutamakan presisi saat penyetelan.

Chain alignment yang benar membantu memperpanjang umur ban.

Setelan Roda Belakang Tidak Presisi dan Handling Berat Sebelah

Setelan roda belakang yang tidak presisi langsung memengaruhi handling motor.

Motor kemudian cenderung menarik ke kiri atau kanan.

Yamaha secara jelas menjelaskan gejala tersebut.

Perbedaan adjuster kiri dan kanan sering menjadi penyebab utama.

Kondisi ini membuat distribusi beban roda tidak seimbang.

Akibatnya, kontrol motor saat menikung menurun.

Tracking motor menjadi tidak lurus di jalan.

Pengendara harus terus mengoreksi arah setang.

Hal ini kemudian meningkatkan kelelahan saat berkendara.

Selain itu, kestabilan motor berkurang pada kecepatan tinggi.

Suzuki juga menekankan dampak buruk alignment terhadap stabilitas.

Karena itu, pengendara wajib mengecek alignment setiap servis rantai.

Penyetelan presisi membantu menjaga karakter motor tetap netral.