RADARPANGANDARAN.COM – Masalah grounding mobil sering muncul tanpa disadari, padahal sistem grounding memegang peran penting dalam seluruh fungsi kelistrikan.
Tanpa grounding kuat, mobil bisa mengalami sensor error dan lampu redup.
Karena itu, lakukan pengecekan dan perawatan grounding mobil secara rutin.
Intinya sederhana: grounding buruk membuat arus listrik tidak stabil.
Efeknya bisa muncul di banyak komponen elektronik mobil.
Kenapa Grounding Mobil Sangat Penting?
Grounding adalah jalur arus negatif dari aki ke bodi mobil.
Jalur ini memastikan semua komponen listrik bekerja stabil.
Menurut Banner Batterien, koneksi negatif aki sangat krusial.
Mereka menjelaskan bahwa sambungan kotor membuat resistansi meningkat.
Resistansi tinggi menurunkan tegangan sehingga komponen bisa terganggu.
Masalahnya langsung terasa dari lampu redup atau starter berat.
Menurut Speedway Motors, gejala grounding yang buruk dapat dikenali dengan mudah.
Lampu berkedip, sensor error, dan suara mesin tidak halus.
Mereka juga menegaskan pentingnya pemeriksaan voltage drop.
Bashi Auto Electrical menambahkan bahwa grounding buruk memicu gangguan elektronik.
Tanpa grounding kuat, sinyal sensor bisa kacau.
Standar AIS-174 juga menegaskan batas resistansi grounding.
Angkanya idealnya di bawah 0.1 ohm saat arus mengalir.
Pedoman LV123 menyebut beberapa koneksi harus jauh lebih rendah.
Pastikan beberapa koneksi kritis menunjukkan hambatan di bawah 40 mΩ.
Ini menunjukkan grounding bukan sekadar baut dan kabel.
Kualitas sambungan sangat memengaruhi stabilitas kendaraan.
Cara Cek dan Merawat Sistem Grounding Mobil
Langkah pertama adalah memeriksa kabel ground utama.







