RADARPANGANDARAN.COM –Â Sistem pendingin kabin EV berbeda dari AC mobil bensin karena EV memakai listrik dan heat pump.
Perbedaan ini secara langsung memengaruhi efisiensi energi kendaraan.
Oleh karena itu, calon pengguna EV perlu memahami sistem AC secara menyeluruh.
Mobil listrik tidak menggunakan mesin pembakaran untuk menggerakkan AC.
Sebagai gantinya, EV memakai kompresor listrik khusus.
Dengan teknologi ini, kabin tetap dingin meski kendaraan berhenti.
Akibatnya, pengemudi tetap nyaman saat terjebak kemacetan.
Namun demikian, penggunaan AC tetap memengaruhi jarak tempuh baterai.
Karena itu, pabrikan terus mengembangkan teknologi heat pump.
Sistem ini meningkatkan efisiensi pendinginan sekaligus pemanasan.
Tesla, Hyundai, dan Nissan telah mengadopsi teknologi tersebut.
Dokumentasi resmi pabrikan menjelaskan manfaatnya secara rinci.
Kini, sistem pendingin kabin terintegrasi dengan manajemen baterai.
Integrasi ini membuat sistem AC EV lebih kompleks dibanding mobil bensin.
Meski demikian, sistem tersebut menawarkan efisiensi lebih baik untuk jangka panjang.
Cara Kerja Sistem Pendingin Kabin EV dan Heat Pump
Sistem pendingin kabin EV menggunakan kompresor listrik tanpa ketergantungan pada mesin.
Tesla menjelaskan bahwa motor listrik langsung menggerakkan kompresor AC EV.
Dengan demikian, AC tetap bekerja optimal saat kendaraan diam.
Selain itu, teknologi heat pump menjadi pembeda utama EV modern.
Heat pump memindahkan panas alih-alih menciptakan panas baru.
Hyundai menyebut sistem ini mampu menghemat energi baterai hingga dua puluh persen.








