RADARPANGANDARAN.COM –Â Sistem recuperation atau regenerative braking memengaruhi kenyamanan berkendara melalui kontrol deselerasi kendaraan listrik.
Secara umum, level regen menentukan kuat atau halusnya perlambatan saat pengemudi melepas akselerator.
Akibatnya, banyak pengemudi langsung merasakan perubahan karakter mobil ketika setelan regen diubah.
Perubahan tersebut terasa jelas saat pedal akselerator dilepas sepenuhnya.
Oleh karena itu, setelan regen menjadi faktor penting dalam pengalaman berkendara harian.
Pabrikan mobil listrik menyediakan beberapa opsi pengaturan regen.
Tujuannya agar pengemudi dapat menyesuaikan gaya berkendara pribadi.
Selain kenyamanan, sistem ini juga memengaruhi usia komponen rem.
Regenerative braking mengurangi penggunaan rem mekanis secara signifikan.
Sebagai contoh, Tesla menyebut sistem ini mampu meningkatkan efisiensi energi.
Dokumentasi Tesla Owner’s Manual menjelaskan fungsi tersebut secara rinci.
Sementara itu, Nissan menekankan manfaat serupa melalui teknologi e-Pedal.
Hyundai dan BMW menerapkan sistem adaptif untuk menghasilkan transisi deselerasi lebih halus.
Dengan demikian, pemahaman level regen menjadi sangat penting.
Pengaturan yang tepat membantu menjaga kenyamanan penumpang.
Selain itu, komponen rem dapat bertahan lebih lama.
Cara Kerja Sistem Recuperation dan Pengaruh Level Regen
Sistem recuperation mengubah energi deselerasi menjadi energi listrik.
Sistem kemudian menyimpan energi tersebut kembali ke baterai.
Proses ini terjadi ketika pengemudi melepas pedal akselerator.







