RADARPANGANDARAN.COM – Segmen small EV harga 200 juta kini jadi topik paling ramai dibicarakan.
Beberapa produsen besar mulai bersaing ketat dengan produk yang siap jual ke pasar.
Pabrikan seperti BYD, Wuling, Chery, Geely, dan Tata Motors udah menyiapkan strategi besar mereka.
Semua ingin menjadi mobil listrik murah yang bisa menggantikan posisi LMPV di hati konsumen ASEAN.
Mengutip dari TheMandalikaGP.com (2025), tahun depan bakal jadi momen penting industri EV kecil Asia Tenggara.
Panggung Pertarungan Small EV, Pabrikan Mulai Turunkan Andalan
Di lini depan, BYD siap menurunkan dua jagoannya — Seagull dan Dolphin Mini.
Keduanya sudah sukses di China dan kini mulai masuk pasar Asia Tenggara.
Dengan harga sekitar Rp 230–280 jutaan, BYD menargetkan pengguna LMPV yang ingin beralih ke EV.
Desain BYD Dolphin Mini tampil modern dan punya teknologi baterai yang efisien.
Wuling juga ikut bersaing dengan Wuling Bingo dan Wuling Cloud.
Keduanya menonjol lewat efisiensi daya, kabin luas, dan desain futuristik yang kekinian.
Chery nggak mau kalah dengan iCar 03 dan QQ Ice Cream versi terbaru.
Mobil mungil itu punya interior modern dan baterai tangguh untuk jarak tempuh harian.
Geely Panda series tampil mungil tapi tangguh untuk mobilitas perkotaan yang padat.
Sedangkan Tata Tiago EV hadir sebagai opsi terjangkau dengan baterai LFP pack yang awet.
Semua brand tersebut kini fokus menyasar keluarga muda di kawasan Asia Tenggara.
Siapa yang Paling Potensial Jadi Pengganti LMPV di ASEAN?
Konsumen ASEAN punya selera unik dalam memilih mobil untuk kebutuhan harian.







